Kesalahan Menerjemahkan Kata عِلْم: Apakah Selalu Berarti "Ilmu"?

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemula dalam menerjemahkan bahasa Arab adalah menganggap bahwa satu kata Arab selalu memiliki satu padanan kata dalam bahasa Indonesia. Padahal, sebagaimana bahasa lainnya, bahasa Arab sangat bergantung pada konteks.

Salah satu contoh yang sering menimbulkan kekeliruan adalah kata عِلْم ('ilm).

Banyak orang secara otomatis menerjemahkannya sebagai "ilmu". Terjemahan ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak selalu benar. Dalam banyak kalimat, makna yang lebih tepat justru adalah pengetahuan, bukan ilmu sebagai suatu disiplin keilmuan.

Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Makna Dasar Kata عِلْم

Secara etimologis, kata عِلْم berasal dari akar kata:

ع ل م

Akar kata ini memiliki makna dasar:

  • mengetahui

  • mengenal

  • menyadari

  • memahami sesuatu

Dari akar kata tersebut lahir berbagai bentuk kata, seperti:

  • عَلِمَ = mengetahui

  • يَعْلَمُ = mengetahui

  • عَالِم = orang yang mengetahui, ulama, ilmuwan

  • مَعْلُوم = sesuatu yang diketahui

  • تَعْلِيم = pengajaran

  • تَعَلُّم = proses belajar

  • عِلْم = pengetahuan

Karena makna asalnya adalah mengetahui, maka secara dasar عِلْم lebih dekat kepada "pengetahuan" daripada "ilmu".

Makna Pertama: Pengetahuan (Knowledge)

Dalam banyak teks Arab, baik klasik maupun modern, عِلْم digunakan untuk menunjukkan pengetahuan yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal.

Artinya tidak menunjuk pada suatu bidang ilmu tertentu, melainkan pada informasi atau pemahaman yang dimiliki.

Contoh:

عِنْدِي عِلْمٌ بِهَذَا الْأَمْرِ

Secara harfiah:

"Saya memiliki ilmu terhadap perkara ini."

Namun terjemahan yang alami dalam bahasa Indonesia adalah:

"Saya memiliki pengetahuan tentang hal ini."

atau

"Saya mengetahui hal ini."

Bukan:

"Saya memiliki ilmu tentang hal ini."

Kalimat terakhir terdengar kurang alami dalam bahasa Indonesia.

Contoh lain:

لَا عِلْمَ لِي بِذَلِكَ

Terjemahan yang tepat:

Saya tidak mengetahui hal itu.

atau

Saya tidak memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut.

Bukan:

Saya tidak memiliki ilmu tentang hal itu.

Makna Kedua: Disiplin Ilmu (Field of Study)

Dalam konteks akademik, عِلْم memang berarti ilmu sebagai suatu cabang keilmuan.

Misalnya:

  • عِلْمُ النَّحْوِ = Ilmu Nahwu

  • عِلْمُ الصَّرْفِ = Ilmu Sharaf

  • عِلْمُ الْبَلَاغَةِ = Ilmu Balaghah

  • عِلْمُ الْحَدِيثِ = Ilmu Hadis

  • عِلْمُ التَّفْسِيرِ = Ilmu Tafsir

Pada contoh-contoh tersebut, kata عِلْم menunjukkan suatu disiplin ilmu yang memiliki objek kajian, metode, dan kaidah tersendiri.

Karena itu, menerjemahkannya menjadi "ilmu" adalah pilihan yang tepat.

Makna Ketiga: Pengetahuan Khusus atau Keahlian

Kadang-kadang عِلْم juga digunakan untuk menunjukkan keahlian atau penguasaan terhadap suatu bidang tertentu.

Contoh:

لَهُ عِلْمٌ بِاللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ

Terjemahan yang lebih alami:

Ia memiliki pengetahuan yang baik tentang bahasa Arab.

atau

Ia menguasai bahasa Arab.

Bukan:

Ia memiliki ilmu bahasa Arab.

Walaupun secara makna masih dapat dipahami, pilihan kata "pengetahuan" atau "penguasaan" jauh lebih alami dalam bahasa Indonesia.

Mengapa Kesalahan Ini Sering Terjadi?

Kesalahan tersebut biasanya muncul karena penerjemah menggunakan metode terjemahan leksikal, yaitu menerjemahkan setiap kata berdasarkan arti pertama yang ditemukan dalam kamus.

Padahal, penerjemahan yang baik tidak hanya melihat arti kamus, tetapi juga mempertimbangkan:

  • konteks kalimat,

  • tujuan komunikasi,

  • kebiasaan bahasa sasaran,

  • hubungan antarkata dalam kalimat.

Dalam ilmu penerjemahan, satu kata bisa memiliki beberapa padanan yang berbeda tergantung konteks penggunaannya.

Prinsip yang Perlu Diingat

Perhatikan perbandingan berikut.

Bahasa Arab

Terjemahan yang Tepat

عِلْمُ النَّحْوِ

Ilmu Nahwu

عِنْدِي عِلْمٌ بِذَلِكَ

Saya mengetahui hal itu / Saya memiliki pengetahuan tentang hal itu

لَا عِلْمَ لِي

Saya tidak tahu

طَلَبُ الْعِلْمِ

Menuntut ilmu (karena sudah menjadi istilah yang mapan dalam bahasa Indonesia)

Terlihat bahwa satu kata عِلْم dapat diterjemahkan menjadi:

  • ilmu,

  • pengetahuan,

  • mengetahui,

  • bahkan "tahu",

bergantung pada konteks kalimatnya.

Kesimpulan

Kata عِلْم tidak selalu berarti "ilmu". Makna dasarnya adalah pengetahuan, sedangkan terjemahan "ilmu" lebih tepat digunakan ketika kata tersebut merujuk pada suatu disiplin keilmuan atau telah menjadi istilah yang mapan dalam bahasa Indonesia.

Seorang penerjemah bahasa Arab yang baik tidak hanya mencari padanan kata dalam kamus, tetapi juga memahami konteks, struktur kalimat, dan kebiasaan penggunaan bahasa sasaran. Dengan demikian, hasil terjemahan menjadi lebih alami, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Catatan Kebahasaan

Perlu dicatat bahwa ungkapan طَلَبُ الْعِلْمِ secara harfiah dapat dipahami sebagai menuntut pengetahuan. Namun, dalam tradisi Islam dan bahasa Indonesia, istilah "menuntut ilmu" telah menjadi padanan yang mapan (established equivalent). Oleh karena itu, menerjemahkannya sebagai "menuntut ilmu" tetap merupakan pilihan yang paling tepat. Hal ini menunjukkan bahwa penerjemahan tidak hanya mempertimbangkan makna leksikal, tetapi juga memperhatikan istilah yang telah diterima secara luas dalam budaya bahasa sasaran.

Kelas Arabku

Belajar Bahasa Arab menjadi lebih mudah dengan materi ajar, perangkat pembelajaran, bank soal, dan artikel edukatif untuk guru, siswa, dan santri.

© 2026. All rights reserved.

Artikel